Tampilkan postingan dengan label Keistimewaan Tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keistimewaan Tuban. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2009

MAKAMSUNAN BONANG : TEMPAT WISATA RELIGIUS


Jika anda berkunjung ke kota Tuban, Jawa Timur, sempatkanlah berziarah ke makam Sunan Bonang. Setiap hari, apalagi di bulan Ramadhan, makam Sunan Bonang ramai dikunjungi oleh ribuan peziarah. Makam Sunan Bonang di Tuban sebetulnya merupakan satu dari empat versi makam Sunan Bonang lainnya. Tempat lain yang juga dianggap sebagai tempat persemayaman Sunan Bonang, yaitu: di pulau Bawean (Kabupaten Gresik, Jawa Timur), Desa Singkal di Kabupaten Kediri, dan di Desa Bonang, Lasem, Kabupaten Rembang...Raden Maulana Makdum Ibrahim, atau yang dikenal dengan nama Sunan Bonang, adalah satu dari sembilan wali (Walisongo) yang dihormati oleh masyarakat Jawa. Ayahnya adalah Sunan Ampel, sedangkan ibunya bernama Nyai Ageng Manila, puteri dari Arya Teja, salah seorang Tumenggung dari kerajaan Majapahit yang berkuasa di Tuban.Sunan Bonang hidup dalam kurun waktu 60 tahun (1465–1525 M) dan menyebarkan agama Islam di daerah Tuban dan sekitarnya. Dalam berdakwah, Sunan Bonang menempuh cara persuasif, misalnya dengan menciptakan tembang Tamba Ati (penyembuh jiwa) yang sampai kini masih populer dinyanyikan orang.A. KeistimewaanPara peziarah yag datang ke makam Sunan Bonang umumnya melakukan doa tahlil maupun membaca surat Yasin. Akan tetapi, selain untuk berdoa, mengunjungi makam ini peziarah juga dapat menyaksikan jejak penyebaran agama Islam khususnya yang dilakukan oleh Sunan Bonang.Masjid yang menyambut pengunjung ketika memasuki gapura, misalnya, merupakan masjid tua yang menjadi pusat penyebaran agama yang dilakukan oleh Sunan Bonang. Di pelataran masjid ini, terdapat salah satu peninggalan Sunan Bonang, yaitu tempat wudhu yang terbuat dari batu. Hingga kini, batu tersebut terawat dengan baik dan dipagari.Sebagaimana makam Walisongo lainnya, di komplek makam ini pengunjung dilarang mengambil gambar. Seorang juru kunci akan setia mendampingi rombongan yang masuk ke dalam cungkup dan akan memperingatkan pengunjung yang coba-coba mengambil gambar makam Sunan Bonang.Melengkapi kunjungan wisata di kota Tuban, pengunjung dapat menambah daftar tujuan wisata ke sejumlah tempat di dekat lokasi makam Sunan Bonang, misalnya Gua Akbar yang terletak tepat di bawah Pasar Baru, di pusat kota Tuban.B. LokasiMakam Sunan Bonang terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar 200 meter dari alun-alun kota.C. AksesPara pengunjung dapat berziarah ke makam ini sejak pukul 08.00 WIB hingga tengah malam. Untuk sampai di komplek pekuburan Sunan Bonang, pengunjung dapat menempuhnya melalui kota Surabaya. Jarak antara Surabaya-Tuban sekitar 91 km atau diperlukan + 2 jam perjalanan dari kota Surabaya dengan menggunakan kendaraan umum (bus) ataupun kendaraan pribadi.Sampai di kota Tuban, untuk menuju makam, pemerintah daerah (pemda) setempat telah menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Dengan demikian, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di area parkir tersebut. Dari area parkir ini, peziarah harus menyusuri jalan kampung yang membujur ke arah barat dengan jarak sekitar 200 meter untuk menuju lokasi makam. Jika enggan berjalan kaki, pengunjung dapat menggunakan jasa angkutan becak.Selanjutnya, pengunjung akan memasuki gapura yang di dalamnya terdapat sebuah masjid dengan halaman yang luas. Untuk sampai di komplek makam, peziarah harus memasuki gapura kedua yang berada di belakang masjid. Di kompleks pemakaman ini, yang dikitari oleh ratusan nisan para kerabat dan murid-murid Sang Sunan, peziarah harus rela mengantri di luar cungkup (bangunan beratap pelindung makam), karena cungkup seluas 400 meter persegi itu hanya mampu menampung 25 orang peziarah.D. Harga TiketMengunjungi dan berziarah di komplek pekuburan Sunan Bonang tidak dipungut biaya.E. Akomodasi dan Fasilitas LainnyaDi komplek pekuburan Sunan Bonang ini, peziarah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, misalnya menggunakan masjid dan berandanya untuk melakukan shalat dan beristirahat, memanfaatkan tempat wudu dan kamar mandi untuk membersihkan diri, serta membeli suvenir yang dijajakan oleh kios-kios di sepanjang jalan menuju makam.

Senin, 22 Juni 2009

KESENIAN TARI DI TUBAN



Seni dan Budaya Kabupaten Tuban

Seni tari masih tetap eksis di daerah Tuban sebagai seni pergaulan sampai sekarang. Karena warga, terutama kalangan pria dewasa maupun orangtua, masih sangat menggandrungi para penari.
Kesenian Sandur
Kesenian Sandur adalah tradisi untuk mengungkapkan rasa kegembiraan setelah musim panen. Kesenian ini diawali dengan tari-tarian yang dibawakan oleh empat peraga laki-laki yang disebut Cawik, Pethak, Balong dan Tansil. Puncak acara ini dilakukan pada tengah malam dengan atraksi kalongking yaitu seorang pemain berjalan di atas tambang dengan ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah, kedua ujung tambang diikat pada batang bambu yang di tancap di tengah-tengah lapangan. Ketika berada di tengah tambang pelaku kalongking langsung melakukan tapa kalong dengan posisi kepala di bawah dengan kaki mengait tambang.
:: ::
Kesenian Tayub
Tayub merupakan salah satu kesenian tradisional Tuban dan merupakan peninggalan dari budaya leluhur yang telah memasyarakat secara turun menurun. Penari Tayub biasanya terdiri dari 2 orang sampai dengan belasan penari. Para penonton dapat ikut serta menari bersama dengan penari Tayub. Acara akan semakin ramai dan hangat ketika penari Tayub yang disebut sindir menyanyikan gending-gending (lagu) yang sedang in dan digemari oleh penonton, sehingga akan banyak penonton yang turut serta menari dengan gerakan tari yang mereka bisa lakukan. Sindir biasanya selalu memenuhi keinginan penonton dengan melantunkan lagu yang diminta. Tarian ini biasanya diselenggarakan untuk memeriahkan acara perrnikahan, khitanan, atau acara keluarga lainnya. Acara berlangung selama sehari atau bahkan sampai dua hari, tergantung pesanan dari penyewa tarian tersebut
.

Rabu, 27 Mei 2009

CINDERAMATA KHAS KOTA TUBAN

Di kota Tuban kita bisa mengunjungi beberapa obyek wisata, di antaranya Gua Akbar, Masjid Agung, Makam Sunan Bonang,Ngerong Rengel, Pemandian Bektiharjo, Air Panas Prataan, Air Terjun Nglirip,Goa Suci,Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi dan Pantai Boom. Cenderamata khas yang bisa dibeli adalah kain tenun (batikgedog) dengan motif yang sangat khas. Motif khas ini juga bisa kita temui dalam bentuk kaos, baju wanita, dan selendang.

Selain itu, Tuban juga terkenal sebagai kota Tuak (atau toak dalam bahasa lokal). Tuak adalah cairan (legen)dari tandan buah pohon lontar (masyarakat menyebutnya uwit bogor) yang difermentasikan sehingga memabukkan karena mengandung alkohol. Sedianya legen dibuat menjadi gula jawa, atau dapat juga langsung diminum sebagai minuman yang menyegarkan dan tentu saja, tidak memabukkan, selain itu buah dari pohon lontar (ental atau siwalan ) ini juga bisa dimakan dan berasa manis serta kenyal.