Minggu, 21 Juni 2009

KEGIATAN SAYA DIRUMAH


Saya bangun tidur pukul 04.00 pagi setelah itu saya mandi dan sholat shubuh , kemudian bersiap – siap untuk berangkat sekolah , tapi biasanya jika libur sekolah saya dan teman – teman sering jalan – jalan bersama , mulai pukul 05.00-07.00 jika tidak libur sekolah saya dan teman – teman jarang sekali jalan – jalan . Saya berangkat sekolah pukul 06.00 dan sampai disekolah pukul 07.00 , jarak rumah saya dan sekolah mungkin lumayan jauh karena jaraknya mencapai 5 km .




Saya berangkat sekolah sekolah naik sepeda , jam 07.00 waktunya untuk memulai kegiatan belajar mengajar ,jam 12.15 saya pulang sekolah sampai dirumah pukul 12.45 setelah ganti baju saya makan siang lalu sholat dhuhur , kemudian istirahat sejenak pukul 03.00 waktunya sholat ashar , selesai sholat saya bersih – bersih rumah lalu bermain setelah bermain saya siap – siap berangkat ngaji di mushola dekat rumah saya , selesai mengaji pukul 19.30 lalu belajar sampai pukul 20.30 selesai belajar sayanonton tv lalu tidur pukul 21.00 itulah rincian dari kegiatan saya dirumah sehari - hari .

Sabtu, 20 Juni 2009

APLIKASI NANOTEKNOLOGI DALAM SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK


Dalam dasawarsa terakhir ini, kita sudah semakin terbiasa menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, jasa internet sebagian besar tersedia melalui saluran telepon dengan beberapa alternatif lainnya seperti kabel modem, VSAT , internet nirkabel, dan ADSL . Meskipun pertumbuhan internet di Indonesia belakangan ini cukup suram berkat naiknya tarif telepon yang dimonopoli oleh Telkom, penggunaan internet diharapkan dapat bangkit seiring dengan tumbuhnya daya beli masyarakat di masa depan. Di negara-negara maju telah tersedia jasa fiber-to-the-home (FTTH) dimana data disalurkan melalui saluran serat optik ke rumah-rumah tangga. Dengan harga sekitar $50-$80/bulan, rumah tangga di Jepang dapat mengakses internet sampai dengan kecepatan 100Mbit/detik. Menggunakan teknologi dense-wavelength-division-multiplexing (DWDM), bandwidth (muatan informasi) dalam satu kabel serat dapat dinaikkan hingga beratus kali lipat. Contohnya, NTT Communications di Jepang pada bulan Juni 2003 ini meluncurkan servis baru sebagai tulang punggung untuk pasar enterprise/ISP dengan menggunakan teknologi DWDM yang memiliki kecepatan maksimal 10Gbit(109 bit)/detik. Seiring dengan perkembangan teknologi serat optik, jasa internet melalui medium ini diharapkan akan menjadi semakin luas dan terjangkau di negara-negara lainnya di masa depan.


Pada dasarnya, sistem komunikasi serat optik terdiri dari tiga bagian: pemancar (transmitter), saluran komunikasi, dan penerima (receiver). Transmitter (yang terdiri dari dioda laser dan LED) berfungsi mengubah sinyal elektronik ke dalam bentuk gelombang cahaya dan memasukkannya ke dalam serat optik. Dibandingkan kabel tembaga, sebatang kabel serat optik memiliki bandwidth lebih banyak (sampai dengan 1 Terabit/detik atau 1012 bit/detik), material loss yang rendah, tidak menghasilkan electromagnetik noise, dan juga tidak terpengaruhi oleh gelombang elektromagnetik dari luar (electromagnetic interference). Dilihat dari segi bandwidth, serat optik jelas jauh lebih unggul daripada kabel tembaga atau nirkabel/satelit. Penerima (photodetector) berfungsi mengubah sinyal cahaya kembali ke dalam bentuk elektronik. Alat-alat opto-elektronik yang dipakai dalam sistem serat optik sebagian besar terbuat daripada bahan semikonduktor, khususnya senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur golongan III (seperti Ga) dan golongan V (seperti As). Senyawa-senyawa yang terbentuk dari elemen-elemen golongan III-V mempunyai bandgap langsung yang memudahkan transisi elektron dari band konduksi ke band valensi dengan menghasilkan photon pada prosesnya. Akhir-akhir ini, kemajuan dalam ilmu nanoteknologi, khususnya di bidang eksperimen, telah memungkinkan para ilmuwan untuk membuat struktur dalam skala nanometer.


Untuk pembuatan semikonduktor kristal yang bermutu tinggi, beberapa hal yang harus dipenuhi adalah: tersedianya single kristal tanpa cacat, kemampuan untuk mengontrol ketebalan lapisan tipis (film) sampai dengan skala nanometer, dan kemampuan untuk dapat membentuk satu jenis bahan (contohnya GaN) di atas jenis bahan lainnya (contohnya AlN) dengan komposisi yang akurat serta transisi yang mulus dalam skala atom (atomically-abrupt interface). Saat ini teknologi yang umumnya dipakai untuk pembuatan discrete devices yang memerlukan kontrol dalam skala nanometer (seperti dioda laser) adalah Metal-Organic Vapor Phase Deposition (MOVPE). Pada intinya, unsur-unsur golongan III (seperti Al, Ga, In) dalam bentuk senyawa alkil (trimetil-aluminium/TMAl, TMGa, TMIn) yang dibawa oleh gas hydrogen dan elemen-elemen golongan V dalam bentuk hydride (gas-gas paling berbahaya seperti AsH3) dimasukkan ke dalam silinder quartz di dalam reaktor MOVPE dengan aliran yang dikontrol oleh komputer. Pada suhu sekitar 6000° - 8000° C, reaksi kimia terjadi diatas semikonduktor substrate/film sehingga lapisan semikonduktor, dengan material dan komposisi yang ditentukan oleh jenis dan aliran gas, terbentuk diatas substrate. Jenis reaksi adalah irreversible pyrolysis yang melibatkan serentetan reaksi-reaksi intermediate sampai pada akhirnya senyawa akhir terbentuk. Contohnya, untuk pembentukan GaAs film diatas GaAs substrate, reaksi dasarnya adalah:
Ga(CH3)3(l) + AsH3(g) + H 2(g) -> GaAs(s) + 3(CH4)(g) + H2(g)
Untuk sistem serat optik, jenis material yang biasa dingunakan adalah In1-xGaxAsyP1-y yang dibentuk diatas InP film karena material ini dapat menghasilkan gelombang cahaya 1.55-?m karena pada gelombang ini serat silika mempunyai loss yang paling rendah. Dengan mengatur aliran gas ke dalam reaktor, komposisi x dan y dapat diatur secara akurat.
Dalam skala nanometer (<10nm),>

RUANG RAKSASA DALAM ATOM


Udara, air, gunung, binatang, tumbuhan, tubuh anda, kursi yang anda duduki, singkatnya segala yang anda saksikan, sentuh dan rasakan, dari yang paling berat hingga yang paling ringan tersusun atas atom-atom. Setiap halaman yang anda baca tersusun atas miyaran atom. Atom adalah partikel yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop yang paling hebat sekalipun. Diameter atom hanyalah berkisar seper satu juta milimeter.
Tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melihat benda sekecil ini. Di bawah ini dipaparkan sebuah contoh untuk memahami dimensi atom:
Anggaplah bahwa anda memegang sebuah kunci di tangan. Sudah pasti, mustahil bagi anda untuk melihat atom-atom pada kunci tersebut. Jika anda bersikeras untuk melihat atom penyusun kunci tersebut, maka anda harus memperbesar kunci menjadi seukuran bumi. Jika anda telah berhasil melakukan pembesaran ini, maka atom-atom yang menyusun kunci tersebut akan terlihat berukuran sebesar buah cherry.


Di bawah ini satu lagi contoh agar kita dapat lebih memahami betapa kecilnya atom, dan bagaimana atom memenuhi segala tempat dan ruang yang ada.
Anggaplah kita ingin menghitung semua atom yang ada dalam sebutir garam dan anggaplah kita mampu menghitung satu milyar atom per detik. Kendatipun kita sangat terampil dalam berhitung, kita akan memerlukan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah keseluruhan atom yang menyusun sebutir garam yang sangat kecil ini. Subhanallaah…ini baru sebutir garam, bagaimana dengan jumlah atom yang menyusun alam semesta dan seisinya?
Kendatipun ukurannya yang teramat mungil, terdapat sebuah susunan yang sempurna, tanpa cacat, unik dan kompleks dalam atom tersebut yang kecanggihannya dapat disejajarkan dengan sistem yang kita lihat ada pada jagat raya.


Setiap atom tersusun atas sebuah inti dan sejumlah elektron yang bergerak mengikuti kulit orbital pada jarak yang sangat jauh dari inti. Di dalam inti terdapat partikel lain yang disebut proton dan netron.
Kekuatan Tersembunyi pada Inti
Inti atom terletak di bagian paling tengah dari atom dan terdiri dari proton dan netron dengan jumlah sesuai dengan sifat-sifat atom tersebut. Jari-jari inti atom berukuran sekitar seper sepuluh ribu jari-jari atom. Untuk menuliskannya dalam angka, jari-jari atom adalah 10-8 (0,00000001) cm, jari-jari inti adalah 10-12 (0,000000000001) cm. Jadi, volume inti atom adalah setara dengan seper sepuluh milyar volume atom.


Dikarenakan kita tidak dapat membayangkan benda sekecil ini, marilah kita ambil permisalan buah cherry di atas. Atom-atom akan terlihat sebesar buah cherry ketika kunci yang anda pegang diperbesar hingga mencapai ukuran bumi. Akan tetapi perbesaran ini masih sama sekali belum memungkinkan kita untuk melihat inti atom yang terlalu kecil untuk dilihat. Jika kita benar-benar ingin melihatnya maka kita harus meningkatkan perbesaran sekali lagi. Buah cherry yang mewakili ukuran atom harus diperbesar hingga menjadi sebuah bola raksasa dengan diameter dua ratus meter. Bahkan dengan perbesaran ini, inti atom tersebut berukuran tidak lebih dari sebutir debu yang teramat kecil.


Ketika kita bandingkan diameter inti atom yang berukuran 10-13 cm dan diameter atom itu sendiri, yakni 10-8 cm, maka yang kita dapatkan adalah sebagaimana berikut: jika kita asumsikan atom tersebut berbentuk bola, maka untuk mengisi bola tersebut hingga penuh, kita akan membutuhkan 1015 (1,000,000,000,000,000) inti atom!
Ada lagi yang lebih mengherankan: kendatipun ukuran inti hanya seper sepuluh milyar ukuran atomnya, inti tersebut memiliki berat 99,95% dari keseluruhan berat atom. Dengan kata lain, hampir seluruh berat atom terpusatkan pada inti. Misalkan anda memiliki rumah dengan luas 10 milyar m2 dan anda harus meletakkan semua perabotan rumah tangga dalam kamar seluas 1 m2 di dalam rumah tersebut. Mampukah anda melakukan hal ini? Sudah pasti anda tidak mampu melakukannya. Akan tetapi inilah yang terjadi pada inti atom akibat sebuah gaya yang sangat kuat yang tidak ada duanya di alam ini. Gaya ini disebut “strong nuclear force (gaya inti kuat)”, satu di antara empat gaya fundamental yang ada di alam semesta yakni: 1. strong nuclear force (gaya inti kuat), 2. weak nuclear force (gaya inti lemah), 3. gravitational force (gaya grafitasi), dan 4. electromagnetic force (gaya elektromagnetik).


Gaya inti kuat, yang merupakan gaya paling kuat yang ada di alam, mengikat inti atom sehingga stabil dan mencegahnya dari pecah berkeping-keping. Semua proton-proton pembentuk inti bermuatan positif dan, oleh karenanya, mereka saling tolak-menolak akibat gaya electromagnetik mereka yang sejenis. Akan tetapi, gaya inti kuat yang memiliki kekuatan 100 kali lebih besar dari gaya tolak-menolak proton ini menjadikan gaya electromagnetik tidak efektif. Hal inilah yang mampu menjadikan proton-proton pada inti terikat dan bergabung pada inti atom.
Singkat kata, terdapat dua gaya yang saling berinteraksi dalam sebuah atom yang amat kecil. Inti atom tersebut dapat terus-menerus berada dalam keadaan terikat dan stabil disebabkan karena gaya-gaya yang memiliki nilai yang akurat ini.
Ketika kita memperhatikan ukuran atom yang sangat kecil dan kemudian jumlah keseluruhan atom di jagat raya, sungguh tidak sepatutnya kita tidak mampu memahami adanya keseimbangan dan rancangan yang luar biasa pada alam ciptaan Allah ini. Sungguh jelas bahwa gaya-gaya fundamental di alam telah diciptakan Allah secara khusus dengan ilmu, hikmah dan kekuasaan yang maha besar.
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran. QS. Al-An’aam, 6:80)
Ruang Kosong pada Atom
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bagian terbesar dari sebuah atom terdiri dari ruang kosong. Mungkin kita bertanya-tanya dalam hati: “Mengapa mesti ada ruang kosong ini?” Marilah kita merenung sejenak. Secara sederhana, atom terdiri atas sebuah inti yang dikelilingi oleh elektron-elektron. Antara inti dan orbit elektron ini tidak dijumpai partikel atau benda kecil apapun. Jarak mikroskopis (yang padanya tidak dijumpai partikel apapun) ini ternyata sangat besar jika dilihat dari skala atom. Kita dapat memisalkan skala ini sebagaimana berikut: jika sebutir kelereng berdiameter 1 cm mewakili elektron yang terdekat dengan inti atom, maka inti atom tersebut berada pada jarak 1 km dari kelereng ini. Di bawah ini sebuah kutipan yang memberikan gambaran yang lebih jelas kepada kita tentang dimensi ruang kosong pada atom:
Terdapat ruang kosong besar [yang mengisi ruang] antara partikel-partikel dasar [penyusun atom]. Jika saya umpamakan proton dari inti atom oksigen sebagai kepala jarum yang tergeletak di atas meja di depan saya, maka elektron yang berputar mengelilinginya akan membuat orbit lingkaran yang melalui negeri Belanda, Jerman dan Spanyol (penulis kutipan ini hidup di Perancis). Oleh karenanya, jika semua atom yang menyusun tubuh saya saling mendekatkan diri satu sama lain, hingga semua atom ini saling bersentuhan, maka anda tidak akan mampu melihat saya lagi. Anda benar-benar tidak akan pernah dapat melihat saya dengan mata telanjang. [Tubuh] saya akan [menjadi] sekecil partikel debu berukuran seper sekian ribu milimeter.
(Jean Guitton, Dieu et La Science: Vers Le Métaréalisme, Paris: Grasset, 1991, hal. 62)
Sampai di sini, kita telah memahami bahwa terdapat kemiripan antara ruang kosong pada sistem paling kecil seperti atom dengan ruang kosong pada sistem paling besar seperti alam semesta. Ketika kita arahkan penglihatan kita pada bintang-bintang, akan kita lihat ruang hampa sebagaimana ada pada atom. Terdapat ruang hampa berjarak milyaran kilometer di antara berbagai bintang dan di antara galaksi-galaksi. Namun, di kedua macam ruang hampa ini, terdapat sebuah keteraturan yang luar biasa yang sulit dipahami akal manusia.
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (QS. Al-Mulk, 67:3-4)
Wallaahu a’lam

SIMPLE PRESENT

Simple Present Perfect Tense : Dipergunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah selesai di waktu sekarang.Pattern : S + have/has + V3 + (been) + .....................Example :
Jonathan has come here alone (+)I have seen Michael (+)He has been here since morning (+)
Jika kita hendak membuat kalimat tanya (interrogative) maka have atau has kita letakan di muka subjek.Example :
Have you eaten your bread ?
Has she sung the song ?
Jika kita hendak membuat kalimat menyangkal (negative) maka kita menambahkan not (n't) di belakang have atau has.Example :
They have not (haven't) come here yet.
We have not (haven't) had breakfast.Time Signal : once, twice, three times, several times, this week, this month, this year, already, just, not yet, as yet, so far, lately, recently, finally, at last, never, ever, etc.
Related Post by Categories :
Kursus Bhs. Inggris

Penggunaan USED TO
Penggunaan MODALS
Penggunaan Had Better
Penggunaan LET'S
Simple Past Future Tense
Simple FutureTense
Simple Past Continuous Tense
Simple Past Tense
Simple Present Perfect Continuous Tense
Simple Present Continuous Tense
Simple Present Tense